Pages

Kamis, 22 Maret 2012

Ups... mulut.

Beberapa bulan ini, aku menemukan beberapa sahabat baru, sahabat yang membuatku nyaman. Kita semua suka bercanda. Aku sangat nyaman dengan ini dan aku merasa bebas menjadi diriku sendiri. Hingga aku lupa, bahwa aku kini telah berjilbab. Ya Tuhan, ampunilah aku...
Aku terlalu senang berkawan dengan mereka. Kebiasaan lama ku kambuh lagi. Aku seringkali lupa bahwa aku yang sekarang harus menjaga segala kelakuanku mengingat identitas yang kupamerkan ini, yaitu 'JILBAB'. Aku kembali ceplas-ceplos, ghibah, ketawa ngakak, makan sambil berdiri, dan lain-lain. Wah, pokoknya banyak banget....Aku sangat malu rasanya pada diriku sendiri. Muslimah macam apakah aku ini?

Apa yang dulu aku ucapkan pada diriku sendiri pada saat kumantapkan niatku untuk berjilbab? Kenapa sekarang aku menjadi seperti itu lagi Dan bahkan rasanya lebih buruk karena sekarang aku berjilbab. Bayangkan saudaraku, betapa mengerikan seorang jilbaber berbuat demikian. Kegalauan ini terus mendampingiku beberapa hari terakhir. Hingga puncaknya, ada seorang sahabat berujar padaku, "Kau ini presenter gosip nomor satu."
JEGEEERRRR!!
Rasanya bagai disambar petir. Aku diam, tidak mampu berkata apa-apa. Kali ini aku berada dalam perasaan marah dan bingung, aku marah dibilang begitu dan aku bingung kenapa aku harus marah, karena memang beberapa kali aku berbuat demikian. Walaupun dia minta maaf tak lama kemudian, dan berkata padaku bahwa dia hanya bercanda. Namun, kata-katanya itu masih membekas.
Aku tak seharusnya berghibah.
Aku bukan tukang gosip.
Aku harus berubah.
Aku haruslah menjadi seorang ukhti yang bermartabat.
Harus...
Dan hingga larut malam begini, pukul 00:48 WIB, aku masih menggalau dengan diriku, dan perkataan temanku tadi. Huuuhuu...

 Kalau ada yang punya saran, bagaimana cara merubah sikap cerewet saya ini, tolong comment ya? Terima kasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment here... :)