Pages

Jumat, 24 Juli 2009

Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan Ekosistem

Kegiatan manusia dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Manusia,hewan, tumbuhan dan lingkungannya saling ketergantungan. hubungan saling ketergantungan tersebut disebut ekosistem. Keseimbangan ekosistem tergantung kepada perilaku manusia dalam memanfaatkan alam. Terdapat beberapa kegiatan manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya, penggunaan zat kimia, pembuangan limbah pabrik, penebangan liar dan perburuan.

1. Penggunaan zat pembasmi hama pada pertanian
Kemajuan teknologi, khususnya di bidang pertanian memang sangat pesat. hal ini bersamaan dengan pertumbuhan penduduk yg terus bertambah. Angka kematian lebih rendah daripada angka kelahiran. Adanya pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan penyediaan bahan makanan.

Para ahli pertanian berusaha agar pertanian terus berkembang. Berkembangnya pertanian akan menghasilkan bahan makanan yg cukup banyak. Melalui perkembangan bioteknologi, para ahli menemukan jenis-jenis bibit unggul, seperti padi unggul, sayuran unggul dan buah2an unggul. Salah satu keuntungan tanaman jenis unggul adalah masa panen tanamannya yang cepat dengan hasil yang lebih banyak.

Tetapi menanam bibit unggul harus diikuti perawatan modern, seperti menggunakan pupuk buatan untuk meningkatkan pertumbuhan selain itu dilakukan juga pemberantasan hama menggunakan pestisida untuk membasmi serangga, jamur, tumbuhan pengganggu (gulma) dan tikus. Pestisida merupakan zat racun dan sering digunakan petani secara berlebihan hal ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Penggunaan pestisida untuk memberantas hama tanaman mempunyai dampak buruk. Dampak itu antara lain menyebabkan matinya ikan di sawah karena air sungai yang tercemar racun, musnahnya serangga2 di pohon, dan banyak makhluk hidup lain di sekitar tanaman yang sebenarnya pelengkap ekosistem. Akibat hal ini, manusia tidak bisa menangkap ikan. Sementara burung-burung pemakan serangga juga pergi ke tempat lain karena persediaan makanannya hilang.

2. Pembuangan Limbah Pabrik ke Sungai
Limbah pabrik merupakan limbah yang mengandung racun. Racun tersebut sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Mungkin Anda pernah melihat air sungai yang berwarna hitam dan baunya tidak sedap. Air tersebut sudah tercemar racun yang berasal dari pembuangan limbah cair pabrik. Racun tersebut akan menggangu ekosistem di sungai. Contohnya, mematikan ikan2 dan tumbuhan air yang merupakan makanan ikan atau makhluk hidup lainnya yang terdapat di sungai.

3. Pembakaran Hutan
Hutan merupakan tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan. Mereka hidup, mencari makan dan berkembang biak di hutan. Ketika pepohonan di hutan dibakar, berarti tempat hidup mereka terganggu. Sumber makanan rusak bahkan punah. Hewan-hewan akan bertahan hidup dengan mencari makanannya di tempat lain atau mati kelaparan.

4.Penebangan Pohon Secara Liar
Untuk memenuhi kebutuhan kayu, manusia menebang pohon secara liar. Manusia tidak lagi memperhatikan keseimbangan ekosistem. Hal itu dapat menyebabkan punahnya hewan dan tumbuhan, serta terjadiya banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia kehilangan hutan seluas 1,5 juta hektar setiap tahun. Penebangan pohon secara liar berhubungan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di dalam dan di luar negeri, serta lemahnya penegakan hukum.

5.Perburuan Hewan Secara Liar
Berburu berarti membunuh makhluk hidup. Kegiatan berburu yang dilakukan orang tsb biasanya untuk kesenangan atau mencari penghasilan dari hewan buruannya. kegiatan ini akan merusak keseimbangan ekosistem karena dapat menyebabkan kepunahan beberapa jenis hewan tertentu.