Pages

Rabu, 14 Maret 2012

Pelajaran dari seorang Ronaldo ingusan

Sore ini, langit cerah sekali. Aku yang sedang dilanda stress bertubi-tubi berjalan santai menuju kosan tercinta untuk melepas penatku setelah kuliah seharian ini. Saat itu pukul 5 sore. Dan aku tengah melintasi lapangan hijau luas di dekat Jurusan Teknik Sipil. Terdengar riuh suara anak-anak dari kejauhan.
"Ayo, operin bolanya.." ,
"Sini kosong, sini kosong.",
"Jagain, jagain tuh",
Bola plastik berwarna biru pucat sedang ditendang kesana kemari, diiringi teriakan dari anak-anak itu.
Aku berjalan terus semakin mendekat dengan mereka. Kulihat peluh kelelahan dan ekspresi serius yang polos dari wajah mereka. Tiba-tiba seorang anak bertubuh paling kecil di antara mereka terpeleset ketika menggiring bola.
BUG!!
Aku terkejut, dan refleks melihat ke arahnya. Suara itu keras ,pasti rasanya sakit sekali. Aku berhenti untuk melihat keadaannya. Benar saja, dia telungkup di atas rumput. Tak lama kemudian ia bangun dan mengaduh.
Memijat-mijat kakinya. Mata anak itu sedikit berair.  Namun tak ada yang peduli padanya, bola yang tadi digiringnya telah dibawa oleh anak lainnya.  Aku hendak menghampirinya untuk membantunya. Aku merasa iba padanya. Tapi tak berapa lama, terdengar teriakan "GOOOOLLL!". Si anak yang terduduk di rumput tadi menoleh ke arah teriakan itu, dan...
muka sedihnya langsung berubah menjadi raut kebahagiaan. Ia berusaha untuk berdiri. Dan berjalan cepat, meskipun tertatih-tatih, menuju rekan setimnya. Lalu ia menyodorkan telapak tangannya kepada temannya untuk melakukan tos. Raut mukanya senaaang sekali...
Ya ampun, padahal beberapa detik yang lalu, ia terluka dan muka sedihnya membuat siapapun tak tega memandangnya. Bahkan aku kira dia tak mampu berdiri. Ternyata semangat kebahagiaan mampu mengubah siapapun, anak kecil sekalipun. Mari kita terus maju ke depan, hadapi segala kesakitan dengan senyum, semangat dan kebahagiaan. Happiness is right there..deep inside your mind! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment here... :)