Pages

Rabu, 23 Mei 2012

From ITB to Tangkuban Parahu


Final exam has ended. This was a difficult semester. But it was a fun semester though. As the forth semester ended, we are going to have KP or kuliah praktek (I can't find the English translation yet) in some other Public Metrology Departments started on June 2012.  So we still have two weeks holiday. Some of my classmates went home during the holiday. But some others still stay in Bandung because of any reasons.

Finally,everybody which is in Bandung decided to hike Tangkuban Parahu. A mountain near Bandung City. But, on the day, I got up late. So everybody canceled to hike the mountain. And we went there by public transportation. Some people were disappointed because of me. :)
We departed from ITB (Institut Teknologi Bandung) to Ledeng terminal by Caheum-Ledeng public car.   A black striped- green car. It costs IDR 2500,-/person.



then, from Ledeng Terminal, we continued our journey by St. Hall- Lembang public car. This is a beige coloured car.


the car is behind us. :D


We had to pay IDR 20000 each to reach the top of the mountain. Also we needed to pay IDR 15000 for the entrance ticket.

Actually, this car just take you to Lembang for IDR 3000. Then from Lembang, you can take another grey car that will take you to the top of the mountain for IDR 10000.

This is a lot cheaper. But we didn't know this. Because it was the first time for us to go to Tangkuban Parahu by public transportation. So when the Stasion-Lembang car driver offered us to go directly to the top. We said "YES" right away.




these are the pictures of Kawah Ratu (Queen crater)
Tangkuban Parahu is very beautiful. I went there before but I just saw the crater and then I got home. I didn't explore the mountain further.  
We took a rest here. Since the weather was cold, we ate something spicy to warm ourselves. We ate the original snacks from Bandung, Cireng Pedes (Hot Spicy Fried Starch). When you eat that, be sure you have plenty of water to drink.
Because it will burn your tongue like hell.


With my friends I explore the different sides of tangkuban parahu, we went to Kawah Upas (Poison Crater), I don't know why the crater named Poison. Our way to this crater is amazing, the vegetation is still natural. I was so amazed since it had been a long time I never found something like this.







The side of this crater is infertile and full of rocks. But it is very beautiful since we could see the cloud moving slowly upon us. 
We can also go down to the crater. The crater is not as dangerous as Kawah Ratu(eventhough it is named Poison). But you gotta be careful still. 


The path is blocked not far behind us because it's a cliff . Two of us got down to the Upas crater to write down our class name with the rocks.

MI (Metrology and Instrumentation) 2010

Then, we continued our journey to Sacred water 500 m away from Upas Crater. We got no photos here. It was just a spring in Tangkuban Parahu. But, native people said that the water has magic so that could cure any diseases.
I washed my face and it felt so great because the water is as cool as ice.












Minggu, 13 Mei 2012

Ketika kau diuji..

Ketika kau mengalami cobaan yang bertubi-tubi...
Kau dan Tuhan,bagaikan seorang anak kecil yang belajar berjalan dengan didampingi oleh ibunya.
Ketika kau berhenti mencoba, Tuhan hanya melihat dan membiarkanmu. 
Jika kau terus berusaha, Tuhan dan seluruh dunia akan bertepuk tangan menyemangatimu. 
Dan apabila kau terjatuh setelah berusaha semampumu, Tuhan akan selalu memeluk dan menolongmu.

Kamis, 10 Mei 2012

Nyanyian Sepi

Langit bumi jadi saksi setiap detik yang berlalu
Hitam putih gelap terang di alam dunia
Semua wajah kan diuji dengan sesuatu yang dicintai
Harta benda dan sgalanya semua kan binasa

Tinggallah namamu, tinggalkan cintamu
Tinggalkan segala yang dipunya diatas dunia
Hanyalah dirimu, hanyalah amalmu
Hanyalah sepimu menemani kesunyian di alam kuburmu.

Tiada bisa manusia mengulur sang waktu
Bila tiba masa datang maut menjemputmu
Semua yang di mata,semua yang di cinta
Semua yang dibangga akan hilang, akan sirna.

Tiada Duka Yang Abadi

Tiada duka yang abadi di dunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam kan berakhir
Hari kan berganti
Takdir hidup kan dijalani

Tangis dan tawa nyanyian yang mengiringi
Hati yang rindu tanda cinta di jalan-Nya
Namun ku percaya
Hati meyakini
Semua akan indah pada akhirnya

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki sgala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Waktu berputar
Rembulan dan matahari
Bunga yang mekar akan layu akan mati
Malam kan berakhir
Hari kan berganti
Takdir hidup kan dijalani

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki sgala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti, tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini.

Minggu, 29 April 2012

Mengapa Khamr Haram Menurut Al Imam Al Muzanni





Diriwayatkan, ketika kecil Al Imam Al Muzanni yg bernama lengkap Iyas bin Mu'awiyyah bin Qurrah Al Muzanni, seorang tokoh Tabiin, belajar ilmu hisab di sekolah yg diajar oleh seorang Yahudi dzimmah(orang kafir yg hidup berdampingan dgn orang muslim). Pada suatu hari, guru tersebut berkata kepada teman-teman Iyas, "Tidakkah kalian heran kepada orang-orang Islam? Mereka berkata bahwa mereka akan makan di surga, namun tidak akan buang air besar?"
  Iyas menoleh dan berkata, " Bolehkah aku ikut berbincang-bincang, wahai guru?"
  "Silakan"

  "Apakah semua yg dimakan oleh manusia di dunia ini menjadi kotoran?" tanya Iyas.
  "Tidak" jawab gurunya. "Lantas kemana perginya?" tanya Iyas lagi.
  "Tersalurkan (diserap) sebagai makanan jasmani (bagi tubuh)."
  "Lantas dengan apa kalian akan mengingkari? Jika makanan yg kita makan di dunia saja ada yg diserap dan bermanfaat bagi tubuh, maka tidak mustahil semua yg kita makan di surga akan diserap seluruhnya dan bermanfaat bagi tubuh (tanpa tersisa) sebagai makan jasmani"

  Tersebarlah berita tentang kecerdasan Iyas, orang-orang berdatangan kepadanya dari berbagai penjuru untuk bertanya tentang ilmu dan agama. Sebagian ingin belajar, sebagian lagi ada yg ingin menguji, dan ada pula yg hendak berdebat kusir.
  Diantara mereka ada Duhqan ( seperti jabatan lurah di kalangan Persi dahulu) yg datang ke majelisnya dan bertanya,
  "Wahai Abu Wa'ilah (Al Imam Al Muzanni), bagaimana pendapatmu tentang minuman yg memabukkan?"
  "Hukumnya haram," tegas Iyas.
  "Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tak lebih dari buah anggur dan air yg diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal?"


  "Apakah engkau sudah selesai bicara wahai Duhqan, atau kau masih ada yg hendak kau utarakan?"
  "Sudah, silahkan bicara!"
  "Seandainya kuambil air dan kusiramkan ke wajahmu, apakah engkau merasa sakit?" tanya Iyas
  "Tidak"
  Jika kuambil segenggam pasir dan kulempar kepadamu, apakah engkau akan sakit?"
  "Tidak"
  "Sekarang aku ambil segenggam semen dan kulempar kepadamu, apakah terasa sakit?"
  "Tidak"
  "Sekarang, jika kuambil pasir, lalu kucampur dengan segenggam semen, lalu aku tuangkan air diatasnya dan kuaduk, lalu kudiamkan beberapa hari hingga kering, lalu kulemparkan ke kepalamu, apakah akan menyakitkan?"
  "Benar, bahkan bisa membunuhku"
  "Begitulah dengan khamr. Di saat kau kumpulkan bagian-bagiannya lalu kau olah menjadi minuman yg memabukkan, maka dia menjadi haram."



Begitulah Al Muzanni menjelaskan dgn kecerdasannya
Semoga beliau mendapat tempat di surga kelak
Amin
Wassalam
sumber : http://zilzaal.blogspot.com/2012/02/logika-keharaman-khamr-al-imam-al.html

Kamis, 26 April 2012

Schlafe, Mein Prinzchen


Schlafe, mein Prinzchen, schlaf ein
Es ruh'n Schäfchen und Vögelein
Garten und Wiese verstummt

Auch nicht ein Bienchen, das summt
Der Mond mit silbernem Schein
gucket zum Fenster herein.
Schlafe beim silbernem Schein
Schlafe, mein Prinzchen, schlaf ein
Schlaf ein, schlaf ein



Auch in dem Schlosse schon liegt
Alles im Schlummer gewiegt
Reget kein Mäuschen sich mehr
Keller und Küche sind leer
Nur in der Zofe Gemach
Dröhnet ein schmelzendes ach
Was für ein Ach mag das sein
Schlafe, mein Prinzchen, schlaf ein
Schlaf ein, schlaf ein



Wer ist beglückter als du
Nichts als Vergnügen und Ruh
Spielwerk und Zucker vollauf
Und auch Karossen im Lauf
Alles besorgt und bereit
Dass nur mein Prinzchen nicht schreit
Was wird da künftig erst sein
Schlafe, mein Prinzchen, schlaf ein
Schlaf ein, schlaf ein

Kommt Ein Vogel Geflogen

Kommt ein Vogel geflogen,
setzt sich nieder auf mein' Fuß,
hat ein Zettel im Schnabel,
von der Mutter einen Gruß.

Lieber Vogel, flieg weiter,
nimm ein' Gruß mit und ein' Kuß,
denn ich kann dich nicht begleiten,
weil ich hierbleiben muß.

Meine Kleider

Grün, grün, grün sind alle meine Kleider.
Grün, grün, grün ist alles was ich hab'.
Darum lieb' ich alles, was so grün ist
Weil mein Schatz ein Jäger, Jäger ist.

Blau, blau, blau sind alle meine Kleider
Blau, blau, blau ist alle was ich hab'
Darum lieb' ich alles, was so blau ist
Weil mein Schatz ein Seemann, Seemann ist.


Weiß, weiß, weiß sind alle meine Kleider
Weiß, weiß, weiß ist alles was ich hab'.
Darum lieb' ich alles, was so weiß ist
Weil mein Schatz ein Bäcker, Bäcker ist.


Schwarz, schwarz, schwarz sind alle meine Kleider
Schwarz, schwarz, schwarz ist alles was ich hab'.
Darum mag ich alles, was so schwarz ist
Weil mein Schatz ein Schornsteinfeger ist.

Rot, rot, rot sind alle meine Kleider
Rot, rot, rot ist alles was ich hab'.
Darum lieb' ich alles, was so rot ist
Weil mein Schatz ein Feuerwehrmann ist.



Bunt, bunt, bunt sind alle meine Kleider
Bunt, bunt, bunt ist alles was ich hab'
Darum lieb' ich alles, was so bunt ist
Weil mein Schatz ein Maler, Maler ist.

Es War Eine Mutter

Es war eine Mutter
die hatte vier Kinder:
den Frühling
den sommer
den Herbst und den Winter

Der Frühling bringt Blumen
der Sommer den Klee
der Herbst bringt die Trauben
der Winter den Schnee

Und wie sie sich schwingen
im Jahresreihn
so tanzen und singen
wir fröhlich darein

Kuckuck

Kuckuck, Kuckuck ruft aus dem Wald.
Lasset uns singen, tanzen und springen!
Frühling! Frühling wird es nun bald! 


Kuckuck, Kuckuck läßt nicht sein Schrei'n:
Komm in die Felder, Wiesen und Wälder!
Frühling, Frühling, stelle dich ein! 


Kuckuck, Kuckuck, trefflicher Held,
was du gesungen, ist dir gelungen:
Winter, Winter räumet das Feld!


Der Song erinnert mich an meinen Vater. Bis heute, haben wir noch rufen "Burung" Der Kuckuck als.


Ich liebe dich, Vater. <3 :)

Die Blümelein Sie Schlafen

Die Blümelein, sie schlafen
schon längst im Mondenschein.
Sie nicken mit den Köpfen auf ihren Stengelein.
Es rütteln sich der Blütenbaum,
er säuselt wie im Traum.
Schlafe, schlafe, schlaf du, mein Kindelein...

Die Vögelein, sie sangen
so süß im Sonnenschein.
Sie sind zur Ruh’ gegangen
in ihre Nestchen klein.
Das Heimchen in dem Ährengrund,
es tut allein sich kund.
Schlafe, schlafe, schlafe du, mein Kindelein... 

Sandmännchen kommt geschlichen
und guckt durchs Fensterlein,
ob irgend noch ein Liebchen
nicht mag zu Bette sein.
Und wo es nur ein Kindchen fand,
streut es ins Aug’ ihm Sand.
Schlafe, schlafe, schlaf du, mein Kindelein..

Brüder, Komm Tanz Mit Mir.

Brüderlein, komm tanz mit mir, 
beide Hände reich ich dir.
Einmal hin, einmal her,
rund herum das ist nicht schwer.
Mit den Füßen tapp, tapp, tapp!
Mit den Händen klapp, klapp, klapp!
Einmal hin, einmal her,
rundherum das ist nicht schwer.
Mit dem Köpfchen, nick, nick, nick!
Mit den Fingern tick, tick, tick!
Einmal hin, einmal her,
rund herum das ist nicht schwer.
Noch einmal das schöne Spiel
weil es uns so gut gefiel
Einmal hin, einmal her,
rundherum das ist nicht schwer

ei, das hast du schön gemacht
ei, das hätt ich nicht gedacht
Einmal hin, einmal her
rundherum das ist nicht schwer.

Lalala... Lalala... Lalalalala.. Lalaaa

Jadi kangen sama mein bruderlein di rumah, dulu pas masih SD, kita sering main bareng..
Sekarang...?
T__T

Hänschen klein

Hänschen klein ging allein
in die weite Welt hinein.
Stock und Hut steh’n ihm gut,
ist gar wohl gemut.
Aber Mama weinet sehr,
hat ja nun kein Hänschen mehr.
“Wünsch dir Glück“ sagt ihr Blick,
“kehr nur bald zurück!“

Sieben Jahr, trüb und klar,
Hänschen in der Fremde war;
da besinnt sich das Kind,
eilet heim geschwind.
Doch nun ist’s kein Hänschen mehr,
nein, ein großer Hans ist er,
braun gebrannt, Stirn und Hand,
wird er wohl erkannt? 
Eins, zwei, drei geh’n vorbei,
wissen nicht wer das wohl sei.
Schwester spricht: „Welch Gesicht“,
kennt den Bruder nicht.
Kommt daher die Mutter sein,
schaut ihm kaum ins Aug’ hinein,
spricht sie schon: „ Hans, mein Sohn!
Grüß dich Gott mein Sohn!“

Zeigt Her Euer Füßen



Zeigt her eure Füßen, zeigt her eure Schuh,
und sehet den fleißigen Waschfrauen zu!
Sie waschen, sie waschen, sie waschen den ganzen Tag,
sie waschen, sie waschen, sie waschen den ganzen Tag. 
 Zeigt her eure Füßen, zeigt her eure Schuh,
und sehet den fleißigen Waschfrauen zu!
Sie laufen, sie laufen, sie laufen den ganzen Tag,
sie laufen, sie laufen, sie laufen den ganzen Tag. 
 Zeigt her eure Füßen, zeigt her eure Schuh,
und sehet den fleißigen Waschfrauen zu!
Sie singen, sie singen, sie singen den ganzen Tag,
sie singen, sie singen, sie singen den ganzen Tag. 
Zeigt her eure Füßen, zeigt her eure Schuh,
und sehet den fleißigen Waschfrauen zu!
Sie tanzen, sie tanzen, sie tanzen den ganzen Tag,
sie tanzen, sie tanzen, sie tanzen den ganzen Tag.

Selasa, 27 Maret 2012

Nanti saya akan sedekah... Pak Kyai..

Malam itu di sebuah pesantren yatim-piatu Jawa Timur datanglah seorang pengusaha bersilaturahmi ke kyai pengasuh pesantren. Ada sebuah hajat milik pengusaha yang ingin dibagi dengan pak kyai. Maka, berlangsunglah pembicaraan antara keduanya.

"Pak kyai, saya datang ke sini mau minta doa agar hajat saya dikabul oleh Allah SWT." ujar si pengusaha.
"Memangnya saudara sedang punya hajat apa?" tanya pak kyai ringan.

"Begini pak kyai..., saya ini punya usaha di bidang migas. Saya sedang ikut tender di Caltex Riau (sekarang perusahaan ini bernama Chevron). Doakan agar saya bisa menang tender...!" jelas si pengusaha.

"Mmmmm...." pak kyai hanya bergumam tanpa sedikit pun memberi tanggapan.

Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan pak kyai tiba-tiba si pengusaha menambahkan, "tolong doakan saya dalam tender ini pak Kyai, insya Allah andai saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!"
Dahi pak kyai berkernyit mendengarnya. Raut muka beliau terlihat seperti agak tersinggung dengan pernyataan si pengusaha.

Menanggapi pernyataan si pengusaha, pak Kyai yang asli Madura bertanya, "Sampeyan hapal surat Al-Fatihah...?!" Si pengusaha menjawab bahwa ia hapal.

"Tolong bacakan surat Al-Fatihah itu!" pinta kyai.

"Memangnya ada apa pak kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al-Fatihah?!" tanya si pengusaha."
"Sudah baca saja... saya mau dengar!" tukas kyai.

Maka sang pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Alquran.

"Bismillahirrahmanirrahim...Alhamdulillahi rabbil alamiin...Ar rahmaanir rahiim... Maliki yaumiddiin... Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..."
"Sudah-sudah cukup..., Berhenti sampai di situ!" pinta pak kyai.

Si pengusaha pun menghentikan bacaan.

"Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti tidak maksudnya?!" tanya pak kyai.

"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..., pak Kyai?" tanya si pengusaha menegaskan.

"Ya, yang itu!" jawab kyai.

"Oh itu saya sudah tahu artinya... kepada-Mu ya Allah kami mengabdi... kepada-Mu ya Allah kami memohon pertolongan!" tandas si pengusaha.

Pak kyai lalu berujar enteng, "Oh, rupanya masih sama Al-Fatihah sampeyan dengan saya punya!"

Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya. "Maksud pak kyai...?!" tanya si pengusaha heran.

"Saya kira Al-Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi iyyaka nasta'iin wa iyyaka 
na'budu!" jawab pak kyai.


Si pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai, ia pun berkata, "Saya masih belum mengerti pak Kyai!"

Pak kyai tersenyum melihat kebingungan sang pengusaha, beliau pun menjelaskan, "tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah iyyaka nasta'iin wa iyyaka na'budu. Kalau Al-Fatihah sampeyan gak terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender!"

Deggg! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si pengusaha.

***
Ba'da dzuhur esok harinya, hape pak kyai berdering. Rupanya pengusaha tadi malam.

"Mohon dicek pak kyai, saya barusan sudah transfer ke rekening pesantren," kata si pengusaha, sambil pamit lalu menutup telepon.

Sejurus kemudian pak kyai pergi ke bank membawa buku tabungan.

Pak kyai pun bertanya kepada teller bank, "Mbak, tolong bantu saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini?"

Sang teller menjawab, "Ini nilainya 200 juta, pak kyai!"

Pak kyai pun sumringah. Berulang kali ucapan hamdalah terdengar dari lisannya.

Malamnya lepas maghrib, pak kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di pesantren yatim itu.

Mereka membaca Alquran, dzikir & doa yang panjang untuk hajat yang ingin dicapai oleh sang pengusaha.

Arsy Allah SWT malam itu mungkin bergetar. Pintu-pintu langit mungkin terbuka, sebab doa yang dipanjatkan oleh pak kyai & para santri yatim.

Seminggu berselang sang pengusaha menelpon pak kyai.

"Pak kyai, saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari. Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!!!"

Mendengar itu, pak kyai turut bersyukur kepada Allah SWT. Ia lalu bertanya, "berapa nilai tender yang didapat?!"
"Alhamdulillah, nilainya Rp 9,8 milyar!" jawab si pengusaha.

Subhanallah, sebegitu cepat & besar balasan Allah yang diterima pengusaha itu.
Usai dicetak lalu dicek, matanya terbelalak melihat angka 2 dan deretan angka 0 yang amat panjang. Hingga pak kyai merasa sulit memastikan jumlah uang yang ditransfer.
sumber

Senin, 26 Maret 2012

Macam-macam Control Valve

Control valve adalah alat yang digunakan untuk memodifikasi aliran, tekanan, temperatur, dan level dengan cara membuka sebagian atau secara penuh sesuai respon sinyal yang diterima dari sensor atau controller sebelumnya.

  • Gate Valve, Hand-operated


  • Digunakan untuk membagi aliran atau berfungsi untuk menutup aliran apabila sewaktu-waktu ada perbaikan sistem. Digunakan on/off control.

  • Globe Valve, hand-operated.


       Digunakan untuk mengontrol laju aliran fluida secara cepat.

  • Check Valve



        Merupakan valve dengan mekanisme no-return, mencegah aliran balik.

  • Butterfly Valve




Digunakan untuk memberikan pressured drop paling rendah dibanding valve lainnya. Digunakan pada pipa bertekanan rendah seperti outlet pada gage tank dan pipa air.

Minggu, 25 Maret 2012

Perbedaan Ujian Dan Azab

Allah SWT menguji hamba-Nya dengan musibah yang baik dan musibah yang buruk, dengan kekurangan dan kekayaan. Musibah ini dimaksudkan untuk memberikan mereka balasan dan menaikkan derajatnya di Surga nanti. Ujian ini banyak terjadi pada para Nabi dan Rasul dan orang-orang  shalih.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang-orang yang mendapatkan kemalangan adalah para Nabi, lalu orang-orang shalih dan sesudahnya orang-orang yang terbaik sesuai dengan kebaikannya.”
Terkadang penderitaan itu mungkin adalah buah dari dosa seseorang dan karena dirinya makin menjauh dari Allah. Dalam hal ini Al-Qur’an menjelaskan,
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)(QS Ash-Shura 42:30).
Menurut Ulama Islam yang cukup terkenal Sheikh Muhammad Iqbal Nadvi, direktur dan imam Pusat Islam Al-Falah, Oakville, Ontario Canada, ada 4 jenis ujian, beliau menjelaskan:
Ujian yang pertama itu jelas mengenai kehidupan. Karena hidup itu sendiri adalah cobaan dan ujian. Allah SWT berfirman, 
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Al-Mulk 67:2).
Jadi terkait dengan musibah-musibah ini maka Allah menguji seseorang untuk mengetahui kadar keimanannya. Allah SWT memberikan berbagai macam situasi dan kondisi untuk melihat sejauh mana kadar keimanannya dalam segala kondisi tersebut. Allah SWT ingin memastikan jika keimanan orang tersebut tulus atau tidak.
Ujian yang kedua adalah melalui berbagai macam kesusahan dalam rangka menaikkan derajatnya. Semakin ia beriman maka akan semakin banyak ujian yang harus ia hadapi.
Ujian yang ketiga adalah melalui kesengsaraan dalam rangka untuk menghilangkan dosa-dosa dan perbuatan jahatnya.
Sabda Nabi Muhammad SAW,Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan ni’mat, maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah, maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Bentuk keempat dari ujian adalah fitnah, yang berguna untuk menghilangkan sakit dan kekurangan dari beberapa orang atau menjadikan mereka contoh bagi yang lain. Allah SWT berfirman,
Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-Anfal 8:37).
Lalu hukuman itu apa? Begini, kita akan dapat membedakan mana ujian yang ditujukan untuk hukuman dan mana ujian yang dimaksudkan untuk yang lain.
Jika seseorang melakukan perbuatan baik dan masih mengalami penderitaan maka itu adalah ujian untuk meningkatkan derajatnya. Diriwiyatkan bahwa Aisyah RA telah diberitahukan oleh seseorang tentang sakitnya Abu Bakar meski dia telah tiada. Lalu dia berkata, “Allah ingin menaikkan derajatnya (Abu Bakr) meskipun dia telah tiada.”
Namun jika seseorang tidak melakukan suatu kesalahan dan setelahnya dia mendapatkan masalah maka itu adalah hukuman.
Diriwayatkan seseorang dibawa kehadapan Umar RA setelah tertangkap tangan melakukan kejahatan. Orang tersebut lalu meminta kepada Umar untuk memaafkannya atas perbuatannya itu karena ia baru pertama kali melakukannya, lalu Umar menjawab, “Tidak, Allah menempatkan anda dalam keadaan itu setelah Dia memberikan anda begitu banyak pilihan untuk menyesali.
Masih bingung?
Ok coba lagi ya. Musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, itu adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita. Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.
Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan,  bencana atau musibah yang menimpa, itu adalah hukuman atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka. Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang  kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.
Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan musibah itu kepada kita. Untuk di ingat, jika musibah itu terjadi, disebabkan dosa-dosa kita, maka segera-lah bertaubat kepada Allah. Kalau musibah yang terjadi karena ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah kepada Allah. 
Siapa saja berbuat kebaikan, maka manfaatnya akan kembali kepadanya. Sedangkan siapa saja berbuat kejahatan, maka bencananya juga akan kembali kepada dirinya sendiri. Bisa dibalas didunia atau di akhirat.
Perhatikan firman allah SWT berikut ini : ”Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab”. (QS. Al Mukmin [40] : 40).
Perhatikan juga dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nissa [4] : 79)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan makna “dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri.
Ketika itulah kita kembali kepada Allah untuk memohon pertolongan dengan cara memperbaiki ibadah-ibadahnya yang selama ini sudah jarang kita perhatikan lagi yuk.
Musibah juga bisa berarti sebagai penggugur dosa-dosa kita loh. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21)
Jadi sebenarnya, Allah SWT menurunkan musibah atau azab pada kita di dunia ini, sebagai peringatan bagi kita, untuk kembali pada kebenaran.
Tapi Musibah juga bisa dikategorikan tanda kecintaan Allah SWT pada seseorang hamba. Semakin tinggi derajat keimanan dan kekuatan agama seseorang justru ujian (musibah) yang menimpanya akan semakin berat.
Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini : Dari Mushab bin Sad dari ayahnya. Ayahnya berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW,” Manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Rasulullah SAW menjawab,” Para Nabi, kemudian disusul yang derajatnya seperti mereka, lalu yang di bawahnya lagi. Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya itu kokoh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya itu lemah maka ujiannya pun disesuaikan dengan agamanya. Senantiasa ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun.”   (HR. al-Ahmad, al-Tirmidzi dan Ibn Majah,berkata al-Tirmidzi: hadits hasan shahih)
Sedangkan bala atau cobaan maupun ujian juga telah disebutkan didalam Al Qur’an seperti tertulis dalam firman Allah SWT : 
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiya [21] : 35)
Kami ulang ya. cobaan atau ujian yang menimpa setiap orang dan ini bisa berupa keburukan atau kebaikan, kesenangan atau kesengsaraan, sebagaimana disebutkan pula didalam firman-Nya yang lain yaitu : “ Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran) (QS. Al A’raf [7] : 168).
Sekarang coba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana kita?