Pages

Selasa, 27 Maret 2012

Nanti saya akan sedekah... Pak Kyai..

Malam itu di sebuah pesantren yatim-piatu Jawa Timur datanglah seorang pengusaha bersilaturahmi ke kyai pengasuh pesantren. Ada sebuah hajat milik pengusaha yang ingin dibagi dengan pak kyai. Maka, berlangsunglah pembicaraan antara keduanya.

"Pak kyai, saya datang ke sini mau minta doa agar hajat saya dikabul oleh Allah SWT." ujar si pengusaha.
"Memangnya saudara sedang punya hajat apa?" tanya pak kyai ringan.

"Begini pak kyai..., saya ini punya usaha di bidang migas. Saya sedang ikut tender di Caltex Riau (sekarang perusahaan ini bernama Chevron). Doakan agar saya bisa menang tender...!" jelas si pengusaha.

"Mmmmm...." pak kyai hanya bergumam tanpa sedikit pun memberi tanggapan.

Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan pak kyai tiba-tiba si pengusaha menambahkan, "tolong doakan saya dalam tender ini pak Kyai, insya Allah andai saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!"
Dahi pak kyai berkernyit mendengarnya. Raut muka beliau terlihat seperti agak tersinggung dengan pernyataan si pengusaha.

Menanggapi pernyataan si pengusaha, pak Kyai yang asli Madura bertanya, "Sampeyan hapal surat Al-Fatihah...?!" Si pengusaha menjawab bahwa ia hapal.

"Tolong bacakan surat Al-Fatihah itu!" pinta kyai.

"Memangnya ada apa pak kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al-Fatihah?!" tanya si pengusaha."
"Sudah baca saja... saya mau dengar!" tukas kyai.

Maka sang pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Alquran.

"Bismillahirrahmanirrahim...Alhamdulillahi rabbil alamiin...Ar rahmaanir rahiim... Maliki yaumiddiin... Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..."
"Sudah-sudah cukup..., Berhenti sampai di situ!" pinta pak kyai.

Si pengusaha pun menghentikan bacaan.

"Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti tidak maksudnya?!" tanya pak kyai.

"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..., pak Kyai?" tanya si pengusaha menegaskan.

"Ya, yang itu!" jawab kyai.

"Oh itu saya sudah tahu artinya... kepada-Mu ya Allah kami mengabdi... kepada-Mu ya Allah kami memohon pertolongan!" tandas si pengusaha.

Pak kyai lalu berujar enteng, "Oh, rupanya masih sama Al-Fatihah sampeyan dengan saya punya!"

Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya. "Maksud pak kyai...?!" tanya si pengusaha heran.

"Saya kira Al-Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi iyyaka nasta'iin wa iyyaka 
na'budu!" jawab pak kyai.


Si pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai, ia pun berkata, "Saya masih belum mengerti pak Kyai!"

Pak kyai tersenyum melihat kebingungan sang pengusaha, beliau pun menjelaskan, "tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah iyyaka nasta'iin wa iyyaka na'budu. Kalau Al-Fatihah sampeyan gak terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender!"

Deggg! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si pengusaha.

***
Ba'da dzuhur esok harinya, hape pak kyai berdering. Rupanya pengusaha tadi malam.

"Mohon dicek pak kyai, saya barusan sudah transfer ke rekening pesantren," kata si pengusaha, sambil pamit lalu menutup telepon.

Sejurus kemudian pak kyai pergi ke bank membawa buku tabungan.

Pak kyai pun bertanya kepada teller bank, "Mbak, tolong bantu saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini?"

Sang teller menjawab, "Ini nilainya 200 juta, pak kyai!"

Pak kyai pun sumringah. Berulang kali ucapan hamdalah terdengar dari lisannya.

Malamnya lepas maghrib, pak kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di pesantren yatim itu.

Mereka membaca Alquran, dzikir & doa yang panjang untuk hajat yang ingin dicapai oleh sang pengusaha.

Arsy Allah SWT malam itu mungkin bergetar. Pintu-pintu langit mungkin terbuka, sebab doa yang dipanjatkan oleh pak kyai & para santri yatim.

Seminggu berselang sang pengusaha menelpon pak kyai.

"Pak kyai, saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari. Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!!!"

Mendengar itu, pak kyai turut bersyukur kepada Allah SWT. Ia lalu bertanya, "berapa nilai tender yang didapat?!"
"Alhamdulillah, nilainya Rp 9,8 milyar!" jawab si pengusaha.

Subhanallah, sebegitu cepat & besar balasan Allah yang diterima pengusaha itu.
Usai dicetak lalu dicek, matanya terbelalak melihat angka 2 dan deretan angka 0 yang amat panjang. Hingga pak kyai merasa sulit memastikan jumlah uang yang ditransfer.
sumber

Senin, 26 Maret 2012

Macam-macam Control Valve

Control valve adalah alat yang digunakan untuk memodifikasi aliran, tekanan, temperatur, dan level dengan cara membuka sebagian atau secara penuh sesuai respon sinyal yang diterima dari sensor atau controller sebelumnya.

  • Gate Valve, Hand-operated


  • Digunakan untuk membagi aliran atau berfungsi untuk menutup aliran apabila sewaktu-waktu ada perbaikan sistem. Digunakan on/off control.

  • Globe Valve, hand-operated.


       Digunakan untuk mengontrol laju aliran fluida secara cepat.

  • Check Valve



        Merupakan valve dengan mekanisme no-return, mencegah aliran balik.

  • Butterfly Valve




Digunakan untuk memberikan pressured drop paling rendah dibanding valve lainnya. Digunakan pada pipa bertekanan rendah seperti outlet pada gage tank dan pipa air.

Minggu, 25 Maret 2012

Perbedaan Ujian Dan Azab

Allah SWT menguji hamba-Nya dengan musibah yang baik dan musibah yang buruk, dengan kekurangan dan kekayaan. Musibah ini dimaksudkan untuk memberikan mereka balasan dan menaikkan derajatnya di Surga nanti. Ujian ini banyak terjadi pada para Nabi dan Rasul dan orang-orang  shalih.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang-orang yang mendapatkan kemalangan adalah para Nabi, lalu orang-orang shalih dan sesudahnya orang-orang yang terbaik sesuai dengan kebaikannya.”
Terkadang penderitaan itu mungkin adalah buah dari dosa seseorang dan karena dirinya makin menjauh dari Allah. Dalam hal ini Al-Qur’an menjelaskan,
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)(QS Ash-Shura 42:30).
Menurut Ulama Islam yang cukup terkenal Sheikh Muhammad Iqbal Nadvi, direktur dan imam Pusat Islam Al-Falah, Oakville, Ontario Canada, ada 4 jenis ujian, beliau menjelaskan:
Ujian yang pertama itu jelas mengenai kehidupan. Karena hidup itu sendiri adalah cobaan dan ujian. Allah SWT berfirman, 
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Al-Mulk 67:2).
Jadi terkait dengan musibah-musibah ini maka Allah menguji seseorang untuk mengetahui kadar keimanannya. Allah SWT memberikan berbagai macam situasi dan kondisi untuk melihat sejauh mana kadar keimanannya dalam segala kondisi tersebut. Allah SWT ingin memastikan jika keimanan orang tersebut tulus atau tidak.
Ujian yang kedua adalah melalui berbagai macam kesusahan dalam rangka menaikkan derajatnya. Semakin ia beriman maka akan semakin banyak ujian yang harus ia hadapi.
Ujian yang ketiga adalah melalui kesengsaraan dalam rangka untuk menghilangkan dosa-dosa dan perbuatan jahatnya.
Sabda Nabi Muhammad SAW,Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan ni’mat, maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah, maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Bentuk keempat dari ujian adalah fitnah, yang berguna untuk menghilangkan sakit dan kekurangan dari beberapa orang atau menjadikan mereka contoh bagi yang lain. Allah SWT berfirman,
Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-Anfal 8:37).
Lalu hukuman itu apa? Begini, kita akan dapat membedakan mana ujian yang ditujukan untuk hukuman dan mana ujian yang dimaksudkan untuk yang lain.
Jika seseorang melakukan perbuatan baik dan masih mengalami penderitaan maka itu adalah ujian untuk meningkatkan derajatnya. Diriwiyatkan bahwa Aisyah RA telah diberitahukan oleh seseorang tentang sakitnya Abu Bakar meski dia telah tiada. Lalu dia berkata, “Allah ingin menaikkan derajatnya (Abu Bakr) meskipun dia telah tiada.”
Namun jika seseorang tidak melakukan suatu kesalahan dan setelahnya dia mendapatkan masalah maka itu adalah hukuman.
Diriwayatkan seseorang dibawa kehadapan Umar RA setelah tertangkap tangan melakukan kejahatan. Orang tersebut lalu meminta kepada Umar untuk memaafkannya atas perbuatannya itu karena ia baru pertama kali melakukannya, lalu Umar menjawab, “Tidak, Allah menempatkan anda dalam keadaan itu setelah Dia memberikan anda begitu banyak pilihan untuk menyesali.
Masih bingung?
Ok coba lagi ya. Musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, itu adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita. Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.
Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan,  bencana atau musibah yang menimpa, itu adalah hukuman atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka. Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang  kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.
Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan musibah itu kepada kita. Untuk di ingat, jika musibah itu terjadi, disebabkan dosa-dosa kita, maka segera-lah bertaubat kepada Allah. Kalau musibah yang terjadi karena ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah kepada Allah. 
Siapa saja berbuat kebaikan, maka manfaatnya akan kembali kepadanya. Sedangkan siapa saja berbuat kejahatan, maka bencananya juga akan kembali kepada dirinya sendiri. Bisa dibalas didunia atau di akhirat.
Perhatikan firman allah SWT berikut ini : ”Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab”. (QS. Al Mukmin [40] : 40).
Perhatikan juga dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nissa [4] : 79)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan makna “dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri.
Ketika itulah kita kembali kepada Allah untuk memohon pertolongan dengan cara memperbaiki ibadah-ibadahnya yang selama ini sudah jarang kita perhatikan lagi yuk.
Musibah juga bisa berarti sebagai penggugur dosa-dosa kita loh. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21)
Jadi sebenarnya, Allah SWT menurunkan musibah atau azab pada kita di dunia ini, sebagai peringatan bagi kita, untuk kembali pada kebenaran.
Tapi Musibah juga bisa dikategorikan tanda kecintaan Allah SWT pada seseorang hamba. Semakin tinggi derajat keimanan dan kekuatan agama seseorang justru ujian (musibah) yang menimpanya akan semakin berat.
Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini : Dari Mushab bin Sad dari ayahnya. Ayahnya berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW,” Manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Rasulullah SAW menjawab,” Para Nabi, kemudian disusul yang derajatnya seperti mereka, lalu yang di bawahnya lagi. Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya itu kokoh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya itu lemah maka ujiannya pun disesuaikan dengan agamanya. Senantiasa ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun.”   (HR. al-Ahmad, al-Tirmidzi dan Ibn Majah,berkata al-Tirmidzi: hadits hasan shahih)
Sedangkan bala atau cobaan maupun ujian juga telah disebutkan didalam Al Qur’an seperti tertulis dalam firman Allah SWT : 
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiya [21] : 35)
Kami ulang ya. cobaan atau ujian yang menimpa setiap orang dan ini bisa berupa keburukan atau kebaikan, kesenangan atau kesengsaraan, sebagaimana disebutkan pula didalam firman-Nya yang lain yaitu : “ Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran) (QS. Al A’raf [7] : 168).
Sekarang coba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana kita?

Spaghetti ala Kos Kadarnya.

Di suatu sore, aku duduk termenung di sisi tempat tidurku. Seharian penuh tidak ada yang kukerjakan. (Sebenernya ada yang bisa dikerjain sih, tapi males aja hehe... :P). Mataku mengarah pada rak makanan. Di atasnya tergolek tas plastik besar yang belum pernah kubuka. Jangan-jangan tas keresek itu berisi bom yang diselundupkan oleh salah satu anggota teroris yang menyamar menjadi temanku... Aaaaaah tidaaaakk...
Tapi karena rasa penasaran yang begitu besar, akhirnya kuputuskan dengan tekad yang benar-benar bulat(bukan persegi ataupun bujur sangkar apalagi segitiga) untuk membuka tas misterius itu. Dan ternyataa....
jeng, jeng, jeng....

Saudara-saudara, isinya adalah belanjaanku dari supermarket yang entah kapan aku bahkan sudah lupa.
Kucoba mengecek expiry date-nya satu persatu. Ternyata masih sebulan lagi. Aman lah. Tidak termasuk 2 buah mi instan. Mereka sudah expired sejak minggu lalu. FYI, biasanya barang-barang belanjaanku (terutama makanan) udah keburu kadaluwarsa sebelum dikonsumsi. Sedihnyaa... :"(

Di antara barang-barang belanjaanku, aku menemukan spaghetti. Namun aku tidak menemukan saus bolognaise instan. Mungkin waktu itu aku lupa membelinya. Maklum, raga muda tapi jiwa saya adalah nenek-nenek yang masih aja belum lulus dari puber kedua.
Trus, kalo ga ada sausnya spaghetti ini diapain ya? Kalo skarang dianggurin, ntar keburu lupa lagi. Kemudian Tuhan mengilhamiku untuk melirik sedikit ke kanan, ke dekat rak buku. Ternyata... Ada botol saus tomat imut yang berdiri di dekat buku-buku teknikku yang gagah.

Ahaa.... *ting, ting*
I have an idea.

Bikin saus sendiri aja. Itung-itung menambah kreatifitas dan keterampilanku dalam mengolah makanan. Yah, anda tahu, mengolah makanan merupakan salah satu kemampuan dasar manusia untuk dapat bertahan hidup. Benar bukan? ;-)
Agar anda tidak penasaran dengan apa yang diolah pada hari itu. Maka koki amatir ini akan memberikan detailnya. Aku kurang ingat sih, takarannya segimana. Jadi maaf ya... beberapa takaran dibawah ini diasumsikan 'secukupnya atau sesuai selera'. hehe...

Spaghetti ala kos kadarnya.

- 1 bungkus spaghetti yg ukuran sedeng.
- saus tomat
- daging vegetarian cincang (prote*na), rendam dengan air selama 2 menit.
- 1 sdt oregano
- garam
- gula
- bawang bombay 1 buah (yang ini ga termasuk dalam belanjaan bulan lalu loh)

- Pertama-tama, spaghetti dimasak sesuai petunjuk pada kemasan. Kalo aku sih biasanya aku rebus pake air panas ditambah sedikit minyak goreng selama 3 menit. Lalu ditiriskan.
- Bawang bombay diiris memanjang dan ditumis dengan sedikit minyak hingga harum.
-Trus aku masukin daging vege, saus tomat dan sedikit air. Dan diaduk
-Garam, gula dan oregano diinput secukupnya. Saus udah jadi deh. :)
- Spaghetti yang udah diolah tadi, di taroh di piring dan disiram dengan saus ala kadarnya tadi.
-Olala... Jadi deh..

Haha, pas dicobain, rasanya enak juga kok. Not so bad  buat seorang anak kos yang berkantung tipis namun tetap tersenyum manis. :)

ZONK of Padang Dish

Pagi ini, kuliah padat dari jam 7 sampe jam 5 sore. Pada sela kuliah, yaitu pukul 09.00, aku bermaksud untuk mengambil uang di ATM yg berada di gerbang depan kampusku. Ketika aku telah selesai mengambil uang, aku tergoda oleh gorengan panas yang ada di suatu koperasi di dekat situ. Aku memutuskan untuk membeli dua buah gorengan. Sungguh mantap rasanya, apalagi ditambah pedasnya cabe. Uh, nikmat. Hehehe..
Namun, ternyata perutku yang dari semalam tak kuisi itu sepertinya mengeluh. Aku merasakan gejala maag bersuka cita di lambungku. Takut akan sakit perut, aku berniat untuk membeli nasi padang di dekat kosku. Maklum, kata mama kalo lagi sakit perut harus makan. Hehehe..
Aku memesan sebungkus nasi dengan lauk balado ati ampela. Nyum nyum sekali sepertinya. Aku makan di kosan, karena aku merasa agak aneh makan sendirian dengan banyak laki-laki di warung itu.
Ketika kubuka bungkusnya, nasi padang itu terlihat sangat yummy. Hingga akhirnya pertama kali ku coba menyuapkan sesendok nasi dan secuil ati ampela itu.
"Rasanya agak aneh." pikirku. Rasanya agak amis dan anyir. Ati ampela itu berwarna merah. Aku kira itu merah bumbu masakan padang.
aku coba makan sesuap lagi, dan akhirnya aku muntahkan.
 Ini rasa DARAAAH!!!
 Aku membilas mulutku dengan air berkali-kali. Ternyata ati ampela itu memang tidak matang sempurna dan kurang bersih dicuci. Aku membuang sebungkus nasi itu ke tempat sampah. Dan segera berangkat kuliah dengan perut yang makin mual karena makan nasi padang itu. Lain kali aku harus lebih berhati-hati dalam membeli makanan, pikirku.

Kamis, 22 Maret 2012

Ups... mulut.

Beberapa bulan ini, aku menemukan beberapa sahabat baru, sahabat yang membuatku nyaman. Kita semua suka bercanda. Aku sangat nyaman dengan ini dan aku merasa bebas menjadi diriku sendiri. Hingga aku lupa, bahwa aku kini telah berjilbab. Ya Tuhan, ampunilah aku...
Aku terlalu senang berkawan dengan mereka. Kebiasaan lama ku kambuh lagi. Aku seringkali lupa bahwa aku yang sekarang harus menjaga segala kelakuanku mengingat identitas yang kupamerkan ini, yaitu 'JILBAB'. Aku kembali ceplas-ceplos, ghibah, ketawa ngakak, makan sambil berdiri, dan lain-lain. Wah, pokoknya banyak banget....Aku sangat malu rasanya pada diriku sendiri. Muslimah macam apakah aku ini?

Apa yang dulu aku ucapkan pada diriku sendiri pada saat kumantapkan niatku untuk berjilbab? Kenapa sekarang aku menjadi seperti itu lagi Dan bahkan rasanya lebih buruk karena sekarang aku berjilbab. Bayangkan saudaraku, betapa mengerikan seorang jilbaber berbuat demikian. Kegalauan ini terus mendampingiku beberapa hari terakhir. Hingga puncaknya, ada seorang sahabat berujar padaku, "Kau ini presenter gosip nomor satu."
JEGEEERRRR!!
Rasanya bagai disambar petir. Aku diam, tidak mampu berkata apa-apa. Kali ini aku berada dalam perasaan marah dan bingung, aku marah dibilang begitu dan aku bingung kenapa aku harus marah, karena memang beberapa kali aku berbuat demikian. Walaupun dia minta maaf tak lama kemudian, dan berkata padaku bahwa dia hanya bercanda. Namun, kata-katanya itu masih membekas.
Aku tak seharusnya berghibah.
Aku bukan tukang gosip.
Aku harus berubah.
Aku haruslah menjadi seorang ukhti yang bermartabat.
Harus...
Dan hingga larut malam begini, pukul 00:48 WIB, aku masih menggalau dengan diriku, dan perkataan temanku tadi. Huuuhuu...

 Kalau ada yang punya saran, bagaimana cara merubah sikap cerewet saya ini, tolong comment ya? Terima kasih..

DISUKAI DAN DIBENCI IBLIS


Diriwayatkan dari Nabi Isa as bahwa dia berkata kepada Iblis, "Manusia seperti apa yang paling engkau sukai?". Iblis menjawab, "Seorang mukmin yang bakhil (kikir)". Nabi Isa as bertanya lagi, "Lalu manusia seperti apa yang paling engkau benci?". Iblis menjawab, "Seorang fasik yang dermawan". Nabi Isa as berkata, "Mengapa demikian?". Iblis menjawab, "Sungguh aku berharap orang mukmin itu akan tergelincir dalam kedurhakaan dengan kebakhilannya (kekikirannya), dan aku takut kalau orang fasik tadi akan terhapus keburukannya karena kedermawanan yang ia miliki". (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
ORANG BERILMU YANG MASUK NERAKA

Kelak di hari kiamat, seseorang akan dihadapkan dan dilemparkan ke neraka. Maka berserakanlah isi perutnya keluar, lalu ia diputar-putar dengan itu seperti keledai memutari kilangan. Kemudian penduduk neraka menghampirinya dan bertanya, “Wahai fulan, apa dosamu? Bukankah engkau suka beramar makruf nahi mungkar?” Ia menjawab, “Ya aku memang menyuruh yang makruf, tetapi aku sendiri tidak melakukannya. Aku melarang yang mungkar, tetapi aku sendiri melanggarnya” (HR Muslim)
KESALAHAN-KESALAHANMU AKAN MENIMPAMU KEMBALI DALAM BENTUK MUSIBAH

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syuura 30)

Nabi Muhammad saw bersabda, “Seorang hamba tidak akan tertimpa bencana, besar atau kecil, kecuali karena suatu kesalahan. Dan ALLAH memaafkan sebagian besar kesalahan itu” (HR Tirmidzi)
PERBAIKILAH NIATMU ATAU AMALMU AKAN SIA-SIA

Rosulullah saw bersabda, “Orang pertama-tama diadili kelak di hari kiamat adalah orang yg mati syahid. Ia dihadapkan ke pengadilan, lalu diajukan kepadanya nikmat-nikmat yang telah dia peroleh, dan dia mengakuinya. Lalu ALLAH bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?”. Ia menjawab, “Aku berperang di jalan-MU hingga aku mati syahid”. ALLAH berkata, “Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau berperang supaya disebut pemberani, dan sebutan itu telah engkau peroleh”. Kemudian ia diseret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke neraka.

Selanjutnya, dihadapkan orang alim yang belajar dan mengajarkan ilmunya serta membaca AL-Quran. Diajukan kepadanya nikmat-nikmat yang telah dia peroleh, dan dia mengakuinya. Lalu ALLAH bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?”. Ia menjawab, “Aku belajar, menhajar, dan membaca AL-Quran karena Engkau.” ALLAH berkata, “Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau belajar supaya disebut sebagai orang alim, dan engkau membaca AL-Quran supaya disebut sebagai qari’ (ahli baca), dan sebutan itu telah kau peroleh.” Kemudian ia diseret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke neraka.

Sesudah itu, dihadapkan pula orang yang diberi kekayaan oleh ALLAH dengan berbagai macam harta. Diajukan kepadanya nikmat-nikmat yang telah dia peroleh, dan dia mengakuinya. Lalu ALLAH bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?”. Ia menjawab, “Aku tak melewatkan satu jalan pun yang Engkau sukai seseorang menginfakkan harta di dalamnya kecuali aku melakukannya karena Engkau”. ALLAH berkata, “Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau melakukan itu supaya disebut pemurah, dan sebutan itu telah engkau dapatkan”. Kemudian ia diseret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke neraka. (HR Muslim)
SUAMI ISTRI YG MENCARI RIDHO ALLAH

Allah merahmati seorg suami yg bangun di malam hari lalu dia shalat dan membangunkan istrinya,jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorg istri yg bangun di malam hari lalu ia shalat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, ia percikkan air pd wajahnya (HR abu Daud)
Jangan Membongkar Aib Saudara Muslim

Rosulullah saw bersabda, “Janganlah kamu menyakiti kaum muslim. Janganlah kamu mempermalukan mereka. Janganlah kamu mengintip-ngintip (mencari-cari) aib mereka. Barangsiapa yang membongkar-bongkar aib saudaranya orang islam, ALLAH akan membongkar aibnya. Barangsiapa yg dibongkar aib nya oleh ALLAH, ALLAH akan mempermalukannya, bahkan ditengah keluarganya” (Kado Pernikahan Untuk Istriku, 2001)
sumber

Rabu, 14 Maret 2012

Pelajaran dari seorang Ronaldo ingusan

Sore ini, langit cerah sekali. Aku yang sedang dilanda stress bertubi-tubi berjalan santai menuju kosan tercinta untuk melepas penatku setelah kuliah seharian ini. Saat itu pukul 5 sore. Dan aku tengah melintasi lapangan hijau luas di dekat Jurusan Teknik Sipil. Terdengar riuh suara anak-anak dari kejauhan.
"Ayo, operin bolanya.." ,
"Sini kosong, sini kosong.",
"Jagain, jagain tuh",
Bola plastik berwarna biru pucat sedang ditendang kesana kemari, diiringi teriakan dari anak-anak itu.
Aku berjalan terus semakin mendekat dengan mereka. Kulihat peluh kelelahan dan ekspresi serius yang polos dari wajah mereka. Tiba-tiba seorang anak bertubuh paling kecil di antara mereka terpeleset ketika menggiring bola.
BUG!!
Aku terkejut, dan refleks melihat ke arahnya. Suara itu keras ,pasti rasanya sakit sekali. Aku berhenti untuk melihat keadaannya. Benar saja, dia telungkup di atas rumput. Tak lama kemudian ia bangun dan mengaduh.
Memijat-mijat kakinya. Mata anak itu sedikit berair.  Namun tak ada yang peduli padanya, bola yang tadi digiringnya telah dibawa oleh anak lainnya.  Aku hendak menghampirinya untuk membantunya. Aku merasa iba padanya. Tapi tak berapa lama, terdengar teriakan "GOOOOLLL!". Si anak yang terduduk di rumput tadi menoleh ke arah teriakan itu, dan...
muka sedihnya langsung berubah menjadi raut kebahagiaan. Ia berusaha untuk berdiri. Dan berjalan cepat, meskipun tertatih-tatih, menuju rekan setimnya. Lalu ia menyodorkan telapak tangannya kepada temannya untuk melakukan tos. Raut mukanya senaaang sekali...
Ya ampun, padahal beberapa detik yang lalu, ia terluka dan muka sedihnya membuat siapapun tak tega memandangnya. Bahkan aku kira dia tak mampu berdiri. Ternyata semangat kebahagiaan mampu mengubah siapapun, anak kecil sekalipun. Mari kita terus maju ke depan, hadapi segala kesakitan dengan senyum, semangat dan kebahagiaan. Happiness is right there..deep inside your mind! :)

Sabtu, 10 Maret 2012

Jangan Panggil Aku Cantik...

Tolong jangan panggil aku cantik
Aku dapat memiliki wajah yang hina karenanya.
Tolong jangan panggil aku lucu.
Aku yakin jeritanku di neraka tak akan lucu lagi.
Tolong jangan kau sebut aku istimewa.
Karena nanti aku hanyalah seonggok jasad biasa yang dikandung tanah.
Tolong jangan kau ucap aku manis.
Karena hal itu dapat membuatku kelak merasakan pahitnya siksa dunia dan akhirat.
Akhi, tolonglah, janganlah engkau membuatku terlena.
Janganlah engkau meninggikanku dan menyeretku perlahan dalam keharaman.
Akhi, aku hanyalah wanita biasa yang lemah.
Yang hatinya mudah terbuai dan terluka.
Janganlah engkau membuaiku dengan pujian-pujianmu.
Dan mungkin saja engkau nantinya akan melukai hatiku.
Tolonglah, akhi..
Aku belum halal bagimu.
Jauhilah aku. Aku tak ingin menjadi fitnah bagimu dan akupun tak menginginkan kau menjadi fitnah untukku.
Akhi, 
Jikalau engkau menginginkanku, dan bersedia untuk memimpin dan menjagaku.
Tunggulah akhi, 
hingga pada saatnya nanti, mintalah aku kepada kedua orang tuaku.
Ikatlah aku dengan ikatan pernikahan yang halal.
Resmikanlah aku untuk menjadi pendamping dan teman hidupmu.
Pimpinlah aku untuk bersama mencari ridha dan jalan ke surga-Nya

Mammoth dan Mastodon belum punah?

Selama Epoch Pleistosen, dari sekitar 1,5 juta hingga 10.000 tahun yang lalu, keadaan dunia tidaklah sepanas dan sehangat sekarang. Dunia bersuhu dingin. Besar lembaran es, kadang-kadang seribu kaki tebal, pindah turun dari gouging utara negeri itu. Kondisi ini keras tampaknya mendorong pengembangan mamalia raksasa (Mungkin karena hewan yang lebih besar lebih baik dalam bersaing untuk sumber daya takut seperti makanan). Di antara mereka adalah Mastodon dan Mammoth .

Mastodon dan Mammoths terkait erat spesies gajah. Spesies Mastodon sedikit lebih pendek daripada gajah, tetapi lebih mempunyai gading melengkung ke atas dan sangat besar. Mammoths dalam ukuran bentuk kerdilnya setinggi 6 kaki tinggi sampai dengan yang berukuran raksasa yang setinggi 14 kaki. Gading Mammoth melengkung ke bawah. Keduanya ditutupi- rambut kuning atau coklat kemerahan yang tebal. Hewan-hewan itu vegetarian dan menjadikan daun sebagai pakannya

Kisah tentang mammoth dan mastodon yang selamat di Pulau Wrangel di utara Laut Arktik Siberia beritanya terdengar kira-kira 4.000 tahun yang lalu. Rentang waktu yang sama dengan piramida yang dibangun di Mesir, sekitar 4.000 tahun yang lalu diperkirakan Mastodon dan mammoth raksasa terakhir mati.

Tiga ribu enam ratus tahun kemudian Cossack Ermak Timofeyevich sedang melakukan perjalanan di antara suku-suku di sisi timur pegunungan Ural mendengar cerita dari masyarakat setempat tentang gajah raksasa berbulu besar. Penduduk asli menyebut mereka dengan nama daging gunung. "

Baru-baru ini, pada tahun 1918, seorang Konsul Prancis di Vladivostok, Rusia, ketika sedang berburu berhasil melacak binatang yang besar selama beberapa hari secara tidak sengaja. Hasil perburuannya menemukan ia suatu mahluk besar "gajah besar dengan gading putih besar, sangat melengkung.. memiliki rambut panjang bagian kaki belakang lebih panjang, tapi sepertinya lebih pendek di bagian depan. Waktu itu saya terkejut, Aku tidak tahu bahwa ada gajah besar seperti itu. " Katanya seperti diberitakan Koran setempat.

Apakah ada makhluk raksasa lainnya dari masa pleistoncene yang bersembunyi di suatu tempat? Ada cerita dari penjelajah Eropa ketika mereka pertama kali mendarat di Amerika. Mereka melihat makhluk gajah raksasa di Amerika Utara. Dibalik semua cerita pertemuan itu bukti lain disampaikan oleh Ramon Lista , seorang penjelajah, ahli geografi dan petualang dari Argentina pada akhir 1800-an, Ramon yakin bahwa Amerika Selatan adalah hutan tempat bersembunyi mahluk sloth raksasa. Dia bahkan mengaku telah melihat armadillo raksasa, tapi tidak dapat membunuhnya dan membawanya kembali untuk menampilkannya ke peradaban karena peluru nya hanya memantul's lapis baja tubuh rakasa itu.



source: www.duniacryptozoology.blogspot.com

Aku rindu kamu, sahabatku...

Aku rindu kamu, sahabat...
Aku rindu saat saat kita bersama.
Aku rindu saat kita berbagi
dari makanan, hiburan, hingga cerita sebelum tidur,
Aku rindu saat saat kamu ada di sisiku
Aku rindu saat kamu mendengarkan segala kesahku,
Dan aku rindu menenangkanmu
saat kamu menceritakan segala keluhmu
Sahabat, dulu kita bersama sama
Dari pertemuan yang tak terduga
Pertemuan yang menyatukan hati kita
Dengan satu tujuan, untuk mencari kilauan cahaya illahi
Bersama-sama memperbaiki diri dan mengingatkan,
bersama-sama menggapai ridha-Nya.
Demi menjadi seseorang yang lebih baik.
Sahabat,
kini aku sadar, aku dan kamu telah banyak berubah.
Kita begitu jauh.
Aku terlalu sibuk dengan diriku,
sementara kamu sibuk dengan kehidupanmu dan dambaan hatimu.
Ingin aku mendekat lagi padamu, dengan harapan seperti dulu lagi.
Tetapi terasa ada dinding tebal yang membatasi kita yang tak bisa kutembus lagi.
Pelukanmu kini tak sehangat dulu lagi,
Sapaanmu canggung, tak menyuarakan kerinduan yang dulu menghidupkan hariku.
Tolonglah sahabatku, izinkan aku untuk bersamamu lagi, 
Izinkan aku menikmati lagi indahnya persahabatan yang dulu sebelum bertemu denganmu,sempat kuragukan adanya.
Izinkan aku meniti jalan menuju cahaya-Nya besertamu.
Aku merindukanmu sahabat.
Aku merindukan hari-hari kita dan
aku merindukan segalanya tentangmu.