Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar
[Q.S Al-Baqarah:153]
Sabar berasal dari bahasa Arab sha-ba-ra yang merupakan bentuk fi'il mardh (past tense). Artinya adalah tabah hati dan berani. Dalam kamus al Munjid, sabar adalah menanggung atau menahan sesuatu.
Sabar meliputi dua dimensi yakni dimensi fisik dan psikologis. Dimensi fisik yaitu anggota tubuh,yang berupa anggota badan. Sedangkan dimensi psikologis yang dimaksud disini adalah hati dan akal yang meliputi ranah emosi dan perasaan. Dimensi psikologis yang paling berperan dalam kesabaran karena hati dan akal mengendalikan dimensi fisik yang berupa anggota badan. Hati yang sabar akan melahirkan tindakan-tindakan yang beradab dan tidak akan menjatuhkan derajat kita sebagai manusia di kala tertimpa cobaan. Sehingga kita akan bertindak sesuai aturan dan prinsip kemaslahatan.
Manusia diberikan akal dan nafsu. Akal diberikan oleh Allah sebagai senjata bagi manusia untuk mengalahkan hawa nafsu. Manusia yang dikalahkan oleh hawa nafsu maka tidak ada beda dengan hewan yang tidak memiliki akal untuk berpikir. Sabar adalah resultan dari akal dan fitrah kalbu untuk mengalahkan hawa nafsu yang merusak. Sabar dapat juga diartikan sebagai ketahanan hati dalam menghadapi cobaan dan penggerak manusia untuk meraih keridhaan Allah.
Meskipun sabar adalah fitrah yang terdapat dalam kalbu setiap manusia. Namun tidak semua orang mampu mengelola kesabaran dalam diri mereka. Setiap manusia dapat mencapai level kesabaran yang berbeda. Ini tergantung dari motivasi yang terdapat dalam diri mereka. Seseorang yang terbiasa melatih dan memotivasi kesabaran, maka level kesabarannya tentu akan meningkat sesuai dengan usahanya itu. Orang yang memiliki kesabaran yang tinggi belum tentu seseorang yang terlihat memiliki banyak masalah dan kesusahan. Orang yang telah meraih kesabaran yang tinggi justru adalah orang yang tidak menampakkan masalahnya meskipun ia sedang tertimpa masalah. Orang ini akan tetap tenang dan berfikir jernih dalam masalahnya.
Lalu darimanakah motivasi kesabaran itu? motivasi itu berada dari dalam dan luar diri manusia. Akhlak dan tauhid adalah contoh motivasi dari dalam diri, sedangkan yang berasal dari luar adalah ilmu. Kedudukan ilmu sangatlah penting dalam mengelola kesabaran. Ilmu akan membantu untuk melahirkan keluhuran akhlaq dan ketauhidan yang utuh. Jika semua telah mencukupi maka ketiganya ini akan tersinergi untuk melahirkan karakter kesabaran yang mengandung kekuatan luar biasa.
Ilmu memotivasi manusia untuk sabar mengkaji makna dari setiap peristiwa, tauhid mendorong manusia untuk tetap kokoh menyandarkan diri pada Allah. Bahwa Allahlah satu-satunya Tuhan bagi dirinya. Sementara akhlaq akan mengikat ketiganya dalam perbuatan-perbuatan yang maslahat dan diridhai Allah. Sehingga ketiga hal ini akan menghasilkan karakter hebat pada diri manusia dan ketenangan hati. Maka bersabarlah, niscaya kebahagiaan di dunia dan akhirat akan engkau peroleh.
Sabar meliputi dua dimensi yakni dimensi fisik dan psikologis. Dimensi fisik yaitu anggota tubuh,yang berupa anggota badan. Sedangkan dimensi psikologis yang dimaksud disini adalah hati dan akal yang meliputi ranah emosi dan perasaan. Dimensi psikologis yang paling berperan dalam kesabaran karena hati dan akal mengendalikan dimensi fisik yang berupa anggota badan. Hati yang sabar akan melahirkan tindakan-tindakan yang beradab dan tidak akan menjatuhkan derajat kita sebagai manusia di kala tertimpa cobaan. Sehingga kita akan bertindak sesuai aturan dan prinsip kemaslahatan.
Manusia diberikan akal dan nafsu. Akal diberikan oleh Allah sebagai senjata bagi manusia untuk mengalahkan hawa nafsu. Manusia yang dikalahkan oleh hawa nafsu maka tidak ada beda dengan hewan yang tidak memiliki akal untuk berpikir. Sabar adalah resultan dari akal dan fitrah kalbu untuk mengalahkan hawa nafsu yang merusak. Sabar dapat juga diartikan sebagai ketahanan hati dalam menghadapi cobaan dan penggerak manusia untuk meraih keridhaan Allah.
Meskipun sabar adalah fitrah yang terdapat dalam kalbu setiap manusia. Namun tidak semua orang mampu mengelola kesabaran dalam diri mereka. Setiap manusia dapat mencapai level kesabaran yang berbeda. Ini tergantung dari motivasi yang terdapat dalam diri mereka. Seseorang yang terbiasa melatih dan memotivasi kesabaran, maka level kesabarannya tentu akan meningkat sesuai dengan usahanya itu. Orang yang memiliki kesabaran yang tinggi belum tentu seseorang yang terlihat memiliki banyak masalah dan kesusahan. Orang yang telah meraih kesabaran yang tinggi justru adalah orang yang tidak menampakkan masalahnya meskipun ia sedang tertimpa masalah. Orang ini akan tetap tenang dan berfikir jernih dalam masalahnya.
Lalu darimanakah motivasi kesabaran itu? motivasi itu berada dari dalam dan luar diri manusia. Akhlak dan tauhid adalah contoh motivasi dari dalam diri, sedangkan yang berasal dari luar adalah ilmu. Kedudukan ilmu sangatlah penting dalam mengelola kesabaran. Ilmu akan membantu untuk melahirkan keluhuran akhlaq dan ketauhidan yang utuh. Jika semua telah mencukupi maka ketiganya ini akan tersinergi untuk melahirkan karakter kesabaran yang mengandung kekuatan luar biasa.
Ilmu memotivasi manusia untuk sabar mengkaji makna dari setiap peristiwa, tauhid mendorong manusia untuk tetap kokoh menyandarkan diri pada Allah. Bahwa Allahlah satu-satunya Tuhan bagi dirinya. Sementara akhlaq akan mengikat ketiganya dalam perbuatan-perbuatan yang maslahat dan diridhai Allah. Sehingga ketiga hal ini akan menghasilkan karakter hebat pada diri manusia dan ketenangan hati. Maka bersabarlah, niscaya kebahagiaan di dunia dan akhirat akan engkau peroleh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comment here... :)